Bandung, 29 Agustus 2026 – Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam (BKI) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan kegiatan matrikulasi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang diikuti oleh 51 mahasiswa baru tersebut menjadi bagian dari proses penguatan kesiapan akademik sekaligus pengenalan orientasi keilmuan Bimbingan Konseling Islam pada jenjang pascasarjana.
Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., hadir sebagai narasumber dan memberikan arahan kepada para mahasiswa baru. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa Magister BKI tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keilmuan Bimbingan Konseling Islam memiliki peran strategis dalam merespons berbagai persoalan manusia, khususnya yang berkaitan dengan kondisi mental, etika, dan moralitas. Karena itu, mahasiswa BKI dituntut memiliki kesiapan untuk mengembangkan pelayanan konseling yang mengintegrasikan pendekatan keilmuan dengan nilai-nilai agama.
“Mahasiswa BKI harus mampu menunjukkan implementasi nilai-nilai keislaman serta memiliki kesanggupan untuk memberikan pelayanan dalam pemulihan kondisi mental berbasis agama, terutama dalam pembenahan etika dan moralitas manusia,”
Ia juga menegaskan pentingnya integrasi ilmu fikih, psikologi, dan tasawuf dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. Ketiga disiplin tersebut tidak hanya dipahami pada tataran teoritis, tetapi juga diarahkan pada penerapan dalam praktik bimbingan dan konseling.
Integrasi keilmuan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang mampu memahami persoalan manusia secara lebih komprehensif, baik dari aspek psikologis, spiritual, sosial, maupun moral. Melalui proses pendidikan di Magister BKI, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pendekatan konseling yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam, Dr. H. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag., menyampaikan bahwa matrikulasi menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk memahami karakter akademik, orientasi keilmuan, serta proses pendidikan yang akan dijalani selama masa studi. Ia menekankan bahwa mahasiswa Magister BKI perlu mengembangkan kemampuan dalam mengintegrasikan keilmuan Islam dengan psikologi dan konseling. Kompetensi tersebut diperlukan agar lulusan mampu berperan sebagai akademisi maupun praktisi yang memiliki kepekaan terhadap persoalan mental, spiritual, sosial, dan moral di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Direktur III Pascasarjana, Prof. Dr. H. Dindin Solahudin, M.A., menekankan pentingnya mahasiswa membangun budaya akademik yang disiplin, produktif, dan berintegritas. Mahasiswa pascasarjana dituntut memiliki kemandirian dalam belajar, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan untuk menghasilkan penelitian dan karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan keilmuan dan masyarakat. Mahasiswa juga didorong untuk memanfaatkan masa studi sebagai ruang pengembangan kapasitas diri melalui kegiatan akademik, penelitian, publikasi ilmiah, serta penguatan jejaring profesional.
Sekretaris Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam, Dr. Hajir Tajiri, M.Ag., menambahkan bahwa kegiatan matrikulasi juga menjadi sarana untuk memberikan pemahaman awal mengenai proses pembelajaran, budaya akademik, serta berbagai ketentuan yang mendukung keberhasilan studi mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengikuti proses pendidikan sekaligus mampu mengembangkan keilmuan BKI secara aplikatif dalam menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Kehadiran 51 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027 juga menunjukkan perkembangan positif bagi Program Studi Magister BKI. Peningkatan minat terhadap program studi tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat mutu pendidikan, pelayanan akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui penyelenggaraan matrikulasi, Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen membangun kesiapan mahasiswa secara akademik, profesional, dan spiritual, sehingga mampu berkontribusi dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.





