Bandung — Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan workshop bertema “Mencari dan Memilih Model, Pendekatan, dan Metode Penelitian yang Adequate untuk BKI”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Aula Selatan Lantai 4 Gedung Pascasarjana.
Workshop tersebut menghadirkan Prof. Dr. Hj. Imas Kania Rahman, M.Pd.I., Guru Besar Bimbingan Konseling Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. H. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag selaku Ketua Program Studi Magister BKI, serta dipandu oleh Dr. Hajir Tajiri, M.Ag (Sekertaris program Studi Magister BKI) sebagai moderator.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan kapasitas akademik mahasiswa Magister BKI, khususnya dalam menentukan model, pendekatan, dan metode penelitian yang sesuai dengan karakteristik keilmuan Bimbingan Konseling Islam. Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang penelitian yang lebih sistematis, relevan, dan memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan BKI.
Dalam arahannya, Ketua Program Studi Magister BKI, Dr. H. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag., menegaskan bahwa mahasiswa pascasarjana perlu memiliki standar penelitian yang lebih tinggi. Menurutnya, tesis magister harus menunjukkan kualitas akademik yang kuat, baik dari sisi kedalaman teori, ketepatan metodologi, maupun kontribusi hasil penelitian.
“Harapannya, melalui kegiatan ini lahir tesis-tesis yang bermutu. Mahasiswa magister harus mampu menghasilkan karya ilmiah yang sesuai dengan level kualifikasi akademik dan standar nasional,” ujarnya.
Sesi diskusi dalam workshop juga menyoroti pentingnya memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai pilihan metode penelitian. Salah satu persoalan yang dibahas adalah kecenderungan mahasiswa untuk menghindari pendekatan kuantitatif karena dianggap sulit atau terlalu berkaitan dengan angka. Padahal, perkembangan teknologi dan ketersediaan perangkat lunak analisis data saat ini sangat membantu proses penelitian.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Hj. Imas Kania Rahman, M.Pd.I. menjelaskan berbagai model penelitian yang dapat digunakan dalam kajian BKI, antara lain quasi experiment, mixed methods, serta research and development atau R&D. Ia juga menekankan pentingnya luaran penelitian yang tidak hanya berhenti pada penyusunan tesis, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), maupun produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Workshop ini diharapkan menjadi momentum penting bagi mahasiswa Magister BKI UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk lebih berani mengeksplorasi ragam metodologi penelitian. Dengan pemilihan model dan pendekatan yang tepat, penelitian mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang unggul, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan Bimbingan Konseling Islam.






