Bandung – Program Studi Magister (S2) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi menggelar kegiatan Matrikulasi Tahun Akademik 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat orientasi keilmuan sekaligus meneguhkan langkah prodi BKI menuju rekognisi internasional.
Ketua Prodi S2 BKI, Dr. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag, dalam presentasinya menekankan bahwa lulusan Magister BKI harus siap menjawab tuntutan zaman. Menurutnya, perubahan dekade dan generasi membawa dampak signifikan terhadap teknik konseling, metode pelayanan, serta kualitas pemahaman yang harus dimiliki alumni BKI.
“Lulusan S2 BKI dituntut untuk mampu melayani kebutuhan masyarakat dengan inovasi bimbingan konseling berbasis Islam. Perubahan zaman harus dijawab dengan pendekatan yang adaptif, profesional, dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” tegasnya.
Inovasi BKI: Kolaborasi Teori dan Praktik
Mengacu pada visi dan misi prodi, Pascasarjana, dan UIN SGD Bandung, Dr. Dadang menjelaskan bahwa Prodi BKI memberikan ruang untuk melahirkan inovasi konseling Islam yang kreatif dan relevan.
Program ini tidak hanya berlandaskan teori besar grand theory, tetapi lebih menekankan pada applied theory atau teori terapan. Dengan demikian, mahasiswa dapat menciptakan kolaborasi teknik bimbingan antara model BK konvensional dengan pendekatan Islami.
“Pendekatan ini memberi peluang bagi mahasiswa untuk berkreasi, menemukan metode baru, serta mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik konseling modern,” tambahnya.
Diminati Mahasiswa Asing
Kegiatan matrikulasi ini juga mencatat capaian penting, yakni kehadiran 29 calon mahasiswa asing yang berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Fenomena ini menunjukkan bahwa S2 BKI UIN Bandung semakin diakui di kancah internasional. Penerimaan mahasiswa luar negeri juga sejalan dengan visi UIN SGD Bandung untuk memperluas rekognisi internasional dan memperkuat jejaring global.
“Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa program studi kita mampu menarik perhatian dunia internasional. Kehadiran mahasiswa asing akan memperkaya khazanah keilmuan BKI dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,” jelas Dr. Dadang Ahmad Fajar.
Menuju Reputasi Global
Dengan langkah ini, Prodi Magister BKI Pascasarjana UIN SGD Bandung tidak hanya berperan sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu bimbingan konseling Islam yang berorientasi global.
Melalui inovasi kurikulum, kolaborasi teori dan praktik, serta dukungan internasionalisasi, S2 BKI diharapkan mampu mencetak alumni yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global.





