Bandung – Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi tuan rumah forum akademik internasional bertajuk Program Pengembangan Profesional Psikologi dan Penandaarasan, menggandeng Jawatan Kuasa Pengurusan Psikologi dan Kaunseling Universiti Awam (JKPPsiKUA) Malaysia.
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 14–18 Juli 2025, dengan melibatkan lebih dari 12 universitas terkemuka dari Malaysia. Acara ini menyatukan mahasiswa, dosen, praktisi, dan pimpinan universitas dari dua negara dalam forum ilmiah, pertukaran ide, serta kegiatan sosial lintas budaya.
“Kegiatan ini menjadi pijakan penting bagi Prodi BKI untuk aktif dalam ekosistem keilmuan regional,” ujar Dr. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag., Ketua Prodi S2 BKI, saat membuka forum di Aula Pascasarjana UIN Bandung, Senin (14/7/2025).
Ia menambahkan bahwa forum ini dirancang sebagai langkah konkret internasionalisasi pendidikan Islam yang tetap berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Dalam pembukaan yang berlangsung khidmat, hadir perwakilan JKPPsiKUA Malaysia, PABKI Indonesia, serta civitas akademika UIN Bandung. Para peserta kemudian memasuki rangkaian sesi panel, workshop, dan diskusi tematik.
Lebih dari 20 delegasi dari universitas seperti UPM, UTM, UTHM, UMK, UUM, UNISZA, dan UPNM tampak antusias terlibat dalam berbagai kegiatan bersama mahasiswa S2 BKI UIN Bandung angkatan 2022–2024.
“Kami merasa sangat terhormat disambut hangat di Bandung. Ini kolaborasi penting dalam praktik konseling Islam masa kini,” ujar Puan Fazielah binti Mohamad, perwakilan JKPPsiKUA Malaysia yang menjadi moderator pada hari pertama.
Forum ini bukan sekadar seminar biasa. BKI UIN Bandung memosisikan dirinya sebagai poros pengembangan konselor Islami di Asia Tenggara yang responsif terhadap tantangan psikososial global.
Suasana hari pertama dan kedua diwarnai dengan ta’aruf, diskusi informal, hingga makan malam kebersamaan. Nilai-nilai saling percaya dan pemahaman lintas budaya menjadi pondasi dalam memperkuat jejaring keilmuan di kawasan regional.





